Biografi Singkat Jusuf Kalla Daalam Bahasa Inggris Dan Arti
Biografi Singkat Jusuf Kalla Daalam Bahasa Inggris Dan Arti

Biografi Singkat Jusuf Kalla Dalam Bahasa Inggris Dan Arti

Posted on

Biografi Singkat Jusuf Kalla Dalam Bahasa Inggris Dan Arti


Halo sobaat IBI..

Pada kesempatan kali ini IBI akan memmbahas tentang biografi salah satu tokoh yang berpengaruh di negri ini, Indonesia. Langsung saja mari kita simakk berikut ini.


Biografi Singkat Jusuf Kalla Daalam Bahasa Inggris Dan Arti
Biografi Singkat Jusuf Kalla Dalam Bahasa Inggris Dan Arti

Biografi Jusuf Kalla

Mohammad Jusuf Kalla (born May 15, 1942) was the 10th Vice President of Indonesia and Chairman of the Golkar Party in the same period. He was an unsuccessful candidate for the Indonesian presidential election in 2009, and his term expired in October 2009.
His parents were Hadji Kalla, a local businessman and Athirah, a woman who sold Buginese silk for a living. He was the second child out of 17.After completing school, Kalla attended the University of Hasanuddin in Makassar. There, he became active with the Indonesian Student Action Front (KAMI), a student organization which supported General Suharto in his bid to gain power from President Sukarno and was elected as Chairman of its South Sulawesi branch. He also had the beginnings of a political career, becoming a member of the Regional People’s Representative Council (DPRD) and Chairman of the Youth Division of Golkar when it still adopted a Joint Secretariat (Sekber) format.(source wikipedia)
In 1967, Kalla graduated from Faculty Economy of Universitas Hasanuddin in Makassar. At the time, the economic situation was still bleak and his father, Hadji contemplated shutting down the family’s enterprise, NV Hadji Kalla. It was here that Kalla decided to enter the business world. Sacrificing his political activism, Kalla became CEO of NV Hadji Kalla in 1968 whilst Hadji became the Company’s Chairman. In the beginning things were hard for Kalla, who only had one employee and his mother had to assist him by trading her silk and running a mini-transportation enterprise which consisted of three buses.
However business improved. Under Kalla’s leadership, NV Hadji Kalla expanded from export imports to the hotel industry, construction, car dealing, bridges, shipping, real estate, transportation, a shrimp farm, oil palm, and telecommunications.  In addition to being CEO of NV Hadji Kalla, Kalla was also the CEO for the subsidiaries established under NV Hadji Kalla. In 1977, Kalla graduated from INSEAD, an international business school based in Fontainebleau, south of Paris.
Aside from his business career, Kalla has also been active in various organizations. From 1979 to 1989 he was Chairman of the Indonesian Economics Graduates Association (ISEI) branch in Ujung Pandang and continues to play an advisory role in ISEI. Kalla was extensively involved with the Chamber of Commerce and Industry (KADIN). From 1985-1998, he was KADIN Chairman for South Sulawesi and at one point was the KADIN Coordinator for Eastern Indonesia . In addition, Kalla is also on the boards of trustees for three universities in Makassar. Kalla has also contributed socially by building the Al Markaz Mosque and becoming chairman of its Islamic centre.
Kalla returned to politics in 1987 when he was appointed to the People’s Consultative Assembly (MPR) as a regional representative for South Sulawesi. He would be re-appointed to the MPR in 1992, 1997, and 1999.


Terjemahan

Mohammad Jusuf Kalla (lahir 15 Mei 1942) adalah Wakil Presiden 10 Indonesia danketua Partai Golkar pada periode yang sama. Dia adalah calon untuk pemilihan Presiden Indonesia 2009, dan jabatannya berakhir pada bulan Oktober 2009.
Kedua orang tuanya adalah Hadji Kalla, pebisnis lokal dan Athirah, seorang wanita yang menjual sutra Bugis untuk hidup. Dia adalah anak kedua dari 17.
Setelah menyelesaikan sekolah, Kalla menghadiri Universitas Hasanuddin Makassar. Di sana, ia menjadi aktif dengan Indonesia mahasiswa tindakan depan (KAMI), organisasi mahasiswa yang didukung Jendral Suharto dalam upaya untuk memperoleh kekuasaan dari Presiden Soekarno dan diangkat sebagai Ketua cabang Sulawesi Selatan. Ia juga memiliki awal karier politik, menjadi anggota Dewan Perwakilan (DPRD)dan Ketua Divisi pemuda Golkar rakyat daerah ketika itu masih mengadopsi formatSekretariat bersama (Sekber). (sumber wikipedia)
Pada 1967, Kalla lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar. Saatitu, situasi ekonomi masih suram dan ayahnya, Hadji merenungkan menutup keluarga perusahaan, NV Hadji Kalla. Itu adalah di sini bahwa Kalla memutuskan untuk memasuki dunia kerja. Mengorbankan aktivisme politik, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla tahun 1968 Hadji menjadi Ketua perusahaan. Pada awalnya hal-hal yang sulit bagi Kalla, yang hanya memiliki satu karyawan dan ibunya untuk membantudia dengan perdagangan sutra dia menjalankan sebuah perusahaan transportasi mini yang terdiri dari tiga bus.
Namun bisnis ditingkatkan. Di bawah kepemimpinan Kalla’s, NV Hadji Kalla diperluas dari ekspor impor untuk industri hotel, konstruksi, berurusan Mobil, jembatan, pengiriman, real estat, transportasi, pertanian udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi.Selain menjadi CEO dari NV Hadji Kalla, Kalla juga adalah CEO seluruh anak perusahaan yang didirikan di bawah NV Hadji Kalla. Pada 1977, Kalla lulus dari INSEAD, sekolah bisnis internasional yang berbasis di Fontainebleau, selatan Paris.
Selain karier Bisnis, Kalla juga telah aktif dalam berbagai organisasi. Dari 1979 hingga 1989 ia adalah Ketua cabang Indonesia ekonomi lulusan Indonesia(ISEI) di UjungPandang dan terus memainkan peran penasehat di ISEI. Kalla secara ekstensif terlibat dengan Kamar Dagang dan industri (KADIN). Dari 1985-1998, Ketua KADIN untukSulawesi Selatan dan pada satu titik adalah Koordinator KADIN Indonesia Timur. Selain itu, Kalla adalah juga pada papanpapan pengawas untuk tiga Universitas di Makassar. Kalla juga menyumbang sosial dengan bangunan Masjid Al Markaz dan menjadi Ketua Pusat Islam.
Kalla kembali ke politik pada tahun 1987 ketika ia ditunjuk untuk Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai wakil daerah Sulawesi Selatan. Dia akan kembali ditunjuk untuk MPR di tahun 1992, 1997 dan 1999.

Demikian meteri pada kali ini, semoga dapat bermanfat dan dapat dijadikan bahan belajar sobat IBI semua.

-Salam IBI-