Contoh Review Text : Laskar Pelangi Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Review Text : Laskar Pelangi Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Contoh Review Text : Laskar Pelangi Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Posted on

Contoh Review Text : Laskar Pelangi Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Contoh Review Text : Laskar Pelangi Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Contoh Review Text : Laskar Pelangi Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Siapa yag tidak pernah menonton sebuah pilm epik yang menguras hati yaitu laskar pelangi. Sobat IBI pasti tidak asing lagi bukan dengan film tersebut? Film itu merupakan sebuah film yang paling banyak diminati bahka di gandrungi oleh berbagai kalangan usia baik aak-anak maupun orang dewasa.

Nah, berbicara mengenai film laskar pelagi, berikut ini admin akan memberikan bentuk eview text laskar pelangi dalam bahasa inggris beserta dengan arti lengkap nya. Seperti apa kira-kira? langsung simak berikut ini ya sahabat IBI semua 🙂


Laskar Pelangi (English: The Rainbow Troops) is a 2008 Indonesian film adapted from the popular same titled novel by Andrea Hirata. The movie follows a group of 10 schoolchildren and their two inspirational teachers as they struggle with poverty and develop hopes for the future in Gantong Village on the farming and tin mining island of Belitung off the east coast of Sumatra. The film is the highest grossing in Indonesian box office history and won a number of local and international awards.

Contents

1 Synopsis
2 Background and impact
3 Awards
4 References

Synopsis

The movie, set in the 1970s, opens on the first day of the year at a Muhammadiyah elementary school on Belitung. The school needs 10 students but is one short until near the end of the day, when a straggler fills out the ranks for their teachers, Muslimah and Harfan. Muslimah dubs the children “The Rainbow Troops” (sometimes translated as “The Rainbow Warriors”) and the movie traces their development and relationships with the teachers.
Background and impact

The film “reportedly” cost 8 billion rupiah (US$890,000) to make and was a year in production. Most of the child actors in the film are from Belitung, and Producer Mira Lesmana explained that choice by saying: “In my opinion, there won’t be any actors with a deeper connection to the roles than those who were born and lived in Belitong their entire life.”

The Bangka Belitung Provincial government declared some of the locations used in the film as areas of importance to culture and tourism in 2010, and provincial tourism chief Yan Megawandi said the decision was “primarily” made to help raise funds for the Muhammadiyah elementary school on which the film and novel’s story are centered.

The film’s local and international success fueled a tourism boom on Belitung, with Indonesian airline Garuda reopening direct service from Jakarta to Tanjung Pandan, Belitung’s capital. A provincial government official that month said he had no hard data on the increase in tourist arrivals as a result of the film, but said that nearly all seats on flights to the island from Jakarta were booked in the first week it was open and that most arrivals were asking about information on how to visit the film’s locations.


Laskar Pelangi (bahasa Inggris: The Rainbow Troops) adalah sebuah film Indonesia tahun 2008 yang diadaptasi dari novel berjudul sama populer karya Andrea Hirata. Film mengikuti sekelompok anak-anak 10 sekolah dan dua guru inspiratif karena mereka berjuang dengan kemiskinan dan mengembangkan harapan untuk masa depan di desa Gantong pertanian dan timah pertambangan pulau Belitung lepas pantai Timur Sumatra. Film adalah terlaris tertinggi dalam sejarah kantor box Indonesia dan memenangkan sejumlah penghargaan lokal dan internasional.

 

Isi

 

1 latar belakang
2 latar belakang dan dampak
3 penghargaan
4 referensi

 

Sinopsis

 

Film, ditetapkan pada tahun 1970, terbuka pada hari pertama tahun di sekolah dasar Muhammadiyah di Belitung. Sekolah kebutuhan 10 siswa tetapi adalah salah satu yang pendek sampai pada penghujung hari, ketika straggler mengisi jajaran untuk guru, Muslimah dan Harfan. Muslimah dubs anak-anak “The Rainbow Troops” (kadang-kadang diterjemahkan sebagai “The Rainbow prajurit”) dan film jejak perkembangan mereka dan hubungan dengan guru-guru.
Latar belakang dan dampak

 

Film “dilaporkan” biaya 8 milyar rupiah (US$ 890,000) untuk membuat dan setahun dalam produksi. Sebagian anak aktor dalam film dari Belitung, dan produser Mira Lesmana menjelaskan pilihan itu dengan berkata: “Menurut pendapat saya, tidak akan ada setiap aktor dengan hubungan yang lebih dalam peran daripada mereka yang lahir dan tinggal di Belitong seumur hidup mereka.”

 

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menyatakan beberapa lokasi yang digunakan dalam film sebagai daerah-daerah penting budaya dan Pariwisata di tahun 2010, dan kepala pariwisata Provinsi Yan Megawandi berkata “terutama” keputusan untuk membantu mengumpulkan dana untuk sekolah dasar Muhammadiyah di mana film dan novel ini cerita yang berpusat. 

 

Kesuksesan film lokal dan internasional memicu ledakan pariwisata di Belitung, dengan maskapai penerbangan Indonesia Garuda pembukaan kembali layanan langsung dari Jakarta ke Tanjung Pandan, Belitung modal. Seorang pejabat pemerintah provinsi bulan itu mengatakan ia telah tidak ada data keras pada peningkatan kedatangan turis sebagai hasil dari film, tetapi mengatakan bahwa hampir semua kursi di penerbangan ke pulau dari Jakarta yang dipesan di minggu pertama terbuka dan bahwa kebanyakan pendatang yang bertanya tentang informasi tentang cara untuk mengunjungi lokasi film

Semoga bermanfaat sobat IBI Semua 🙂


Referensi Materi Lainnya dari IBI yang wajib kita ketahui :
loading...