Narrative Text : Cerita Timun Mas Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Narrative Text : Cerita Timun Mas Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

Narrative Text : Cerita Timun Mas Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

Posted on

Narrative Text : Cerita Timun Mas Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya Lengkap

 

Narrative Text : Cerita Timun Mas Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap
Narrative Text : Cerita Timun Mas Dalam Bahasa Inggris Beserta Arti Lengkap

 

Narrative text merupakan sebuah teks dalam bahasa inggris yang menceritakan kembali sebuah cerita yang telah terjadi di masalalu, dalam bahasa inggris, narrative text is  a kind of text to retell the story that past tense.

The purpose of the text is to entertain or to amuse the readers or listeners about the story. Berikut ini admin akan memberikan contoh kepada sobat IBI mengenai narrative text yang berhubungan dengan Timun Mas. Check it out 🙂


In ancient times, there lived a pair of married farmers. They lived in a village near the forest. They live happily. Unfortunately they have not just been blessed with a son.
Every day they prayed to the Almighty. They pray that soon was given a child. One day a giant passes their residence. The Giants heard the prayer that the husband and wife. The Giants then giving them seed cucumber.
Tanamlah seeds. Later you will gain a daughter, “said the giant. “Thank you, giant,” said the husband and wife that. But there’s a condition. At the age of 17 years boy must you guys pass me, “said the giant. The husband and wife were very missed a child. Because of that long without thinking they agree.
The husband and wife were then farmers are planting the seeds of that cucumber. Every day they take care of the plants start to grow it with as best as possible. Months later stood a golden cucumber.
Cucumber fruit is that the longer the increasingly large and heavy. When the fruit was ripe, they pick them. With their carefully cut the fruit. To their surprise, in it they found a baby girl who is very beautiful. The husband and wife were very happy. They name the baby Cucumber Mas.
Year after year went by. Timun Mas grows into a beautiful girl. Both parents are very proud of him. But they get very scared. Because on birthdays Timun Mas 17, the Giants came back. Giant menangih promise to take the Cucumber Mas.
The farmers were trying to calm down. Wait a minute. Timun Mas are playing. My wife would call him, “he said. The farmer was immediately met with his son. Anakkku, take this,” he said while handing over a cloth pouch. “It will help against the Giants. Now run as fast as possible, “he said. Then the Cucumber Mas soon fled.
The husband and wife were sad over the departure of Timun Mas. But they did not willingly when his son becomes a giant meal. The Giants waited long enough. He became hungry. He knew, had lied to the husband and wife that. Then he destroyed the farmer cottage. He then pursued the Cucumber Mas into the forest.
The Giants immediately ran Chase Cucumber Mas. The Giants are getting closer. Timun Mas soon took a handful of salt from his mantle. Then salt it sown toward the Giants. Suddenly a vast expanse of any sea. The Giants were forced to swim with difficulty.
Timun Mas ran again. But then the Giants almost managed to catch up with him. Timun Mas back take a magical object from kantungnya. He took a handful of chilies. The Chili was dilemparnya toward the Giants. Once the trees with sticks and sharp spines by trapping the giant. Giant shout out in pain. While Cucumber Mas ran save themselves.
But the Giants are truly powerful. He again almost caught the Timun Mas. Then the Cucumber Mas ever issued a magical third. He spread the seeds of cucumbers, miraculous. Once the garden stood a very large cucumber. The Giants are very weary and starving. He also ate a cucumbercucumber fresh it voraciously. Because eating too much, the giant fell asleep.
Timun Mas again fled. He ran my hardest. But gradually her energy runs out. More wretched again because the giant woke up from his sleep. The Giants again almost caught it. Timun Mas very frightened. He also threw his last, a handful of shrimp paste. Miracle occurred again. A vast expanse of mud lake. Giant terjerembab into it. His hands nearly grasping Timun Mas. But the Lake of mud that pulls it to the base. Giant panic. She could not breathe, and then sank.
Timun Mas relief. He has survived. Timun Mas then went back to her parents ‘ home. Mom and dad loved to see Mas Cucumber Cucumber Mas selamat. They greet him. “Thank You, Lord. You have saved my son, “said they were overjoyed.
From that moment Cucumber Mas can live quietly with his parents. They can live happily without fear again.

Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun.

Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.

“Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.

Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.

Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.

Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.

Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.

Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia mengejar Timun Mas ke hutan.

Raksasa segera berlari mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.

Timun Mas berlari lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri.

Tapi Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.

Timun Mas kembali melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.

Timun Mas lega. Ia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.

Sejak saat itu Timun Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan lagi.


Semoga bermanfaat untuk sobat IBI ya 🙂


Referensi Materi Lainnya dari IBI yang wajib kita ketahui :